You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Pananjung
Desa Pananjung

Kec. Pangandaran, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat

Melestarikan Tradisi Melalui Nada: Kisah Arumba dan Peran Kuat Hasyim

Administrator 14 November 2025 Dibaca 137 Kali

Arumba merupakan salah satu kelompok seni angklung yang tumbuh dan berkembang di Desa Pananjung. Kesenian ini menjadi bagian penting dari warisan budaya luhur yang hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Selain sebagai media silaturahmi antarwarga, Arumba juga menjadi sarana hiburan yang mampu mempererat kebersamaan serta melahirkan suasana yang hangat dalam setiap kegiatan masyarakat.

Kelompok seni ini kerap tampil dalam berbagai acara adat maupun kegiatan besar desa, seperti peringatan milangkala, resepsi pernikahan, acara khitanan, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. Dalam setiap pertunjukannya, Arumba menyajikan kolaborasi kreativitas seni yang menarik—mulai dari permainan musik angklung yang khas, pengaturan ritme yang harmonis, hingga perpaduan dengan tarian-tarian yang bersifat menghibur. Keseluruhan elemen ini menghadirkan tontonan yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga sarat akan identitas budaya lokal.

Di balik keberlangsungan kelompok seni ini, terdapat sosok penting bernama Kuat Hasyim, seorang pelaku dan pegiat seni yang berasal dari Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran. Beliau dikenal sebagai seniman yang berdedikasi tinggi, sekaligus seorang motivator bagi berkembangnya seni musik angklung di daerahnya. Melalui kepemimpinan dan kegigihannya, Kuat Hasyim mampu menumbuhkan kembali rasa cinta, kepedulian, serta kebanggaan generasi muda terhadap seni tradisional. Upaya beliau tidak hanya menjaga agar kesenian angklung tetap hidup, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan hadirnya Arumba dan tokoh seperti Kuat Hasyim, kesenian angklung di Desa Pananjung bukan hanya menjadi warisan budaya semata, tetapi juga menjadi ruang ekspresi, pendidikan karakter, serta penguatan jati diri masyarakat.

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 765.347.090,00 Rp 2.624.326.741,00
29.16%
Belanja
Rp 570.464.826,00 Rp 2.696.654.758,00
21.15%
Pembiayaan
Rp 72.328.017,00 Rp 72.328.017,00
100%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp 7.424.880,00 Rp 47.200.000,00
15.73%
Dana Desa
Rp 224.073.600,00 Rp 373.456.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 320.687.258,00 Rp 1.510.936.741,00
21.22%
Alokasi Dana Desa
Rp 172.001.630,00 Rp 519.814.000,00
33.09%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 12.750.000,00 Rp 56.000.000,00
22.77%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 28.230.000,00 Rp 113.920.000,00
24.78%
Bunga Bank
Rp 179.722,00 Rp 3.000.000,00
5.99%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 408.303.027,00 Rp 1.349.840.758,00
30.25%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 33.600.000,00 Rp 924.030.000,00
3.64%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 107.661.799,00 Rp 315.234.000,00
34.15%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 2.500.000,00 Rp 32.350.000,00
7.73%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 18.400.000,00 Rp 75.200.000,00
24.47%